Cerita di suatu siang. 20/01/2015. Rintik hujan mulai turun ketika kami masih menyantap semangkuk soto ayam dan setengah piring nasi sebagai pengisi perut di siang itu. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami berempat sepakat untuk kembali ke kantor dengan menggunakan 2 buah payung yang cukup kecil untuk ukuran badan kami. Perdebatan sempat terjadi mengenai siapa yang akan berpasangan dengan siapa untuk memakai payung yang tersedia. Akhirnya setelah musyawarah untuk mufakat, berikut adalah pasangan yang terpilih: Shasa dengan Keket dan Fidi dengan Mae. Menerjang deras hujan dan tiupan angin, kami berjuang segenap hati dan sepenuh jiwa. Detik demi detik, menit demi menit terlewati... kegigihan kami ternyata terkalahkan oleh tetesan air hujan yang semakin membesar. Kami memilih untuk menepi dan berteduh di suatu warung kecil yang yang bernuansa putih. Atas ijin pemilik warung, kami duduk dibangku panjang sambil melakukan 'selfie' alias foto-foto. Untuk menghasilkan...