Lagi iseng nengok beberapa posts yang masih draft dan belum pernah di publish. Ternyata gw pernah buat ini. Seinget gw, waktu nulis ini gw lagi emosi jiwa raga hahaha. Well, ini sih pendapat gw ya... What do you think?
💔
Jika diminta untuk pura-pura bahagia mungkin akan lebih mudah, daripada harus pura-pura merasa bersalah atas kesalahan orang lain.
💔
Jika diminta untuk pura-pura bahagia mungkin akan lebih mudah, daripada harus pura-pura merasa bersalah atas kesalahan orang lain.
Ketika kamu dipaksa untuk meminta maaf atas kesalahan yang bukan kamu lakukan, dan harus mengakuinya untuk membuat orang lain merasa senang, kamu pastinya akan menolak dan mempertanyakan hal tersebut. Ego-mu langsung terusik dan secara spontan timbul rasa kesal dan amarah. 'Kenapa saya yang harus minta maaf? Itu bukan kesalahan saya!'
Tidak habis pikir, ada orang yang memaksa orang lain untuk mengakui kesalahan yang bukan dibuatnya, hanya demi menjaga nama baik dan mood para dewa. Pertanyaannya adalah mengapa dia sendiri tidak mau mengakuinya? Takut nama baiknya tercoreng? Takut kena marah? Suruh orang lain untuk mengakuinya? --- Situ waras??!!
Meminta maaf adalah lain hal dengan mengakui kesalahan yang orang lain lakukan. Jika memang benar bahwa kesalahan tersebut kamu lakukan, sudah sepatutnya kamu mengakui dan meminta maaf. Tapiiiiii... kalau harus mengakui kesalahan yang dibuat oleh orang lain dan membuat citra diri sendiri terlihat buruk (demi kepentingan seseorang saja), it's not in my dictionary! Take a hike!
Comments